Propeller 5 Daun (30.000 β 150.000 DWT)
1. Spesifikasi Dimensi & Geometri
- Diameter Total: 5,5 meter hingga 7,5 meter (tergantung draf lambung kapal).
- Jumlah Daun (Blades): 4 atau 5 daun (tipe 5 daun lebih diutamakan untuk mengurangi getaran pada tanker).
- Arah Putaran: Right-Handed (searah jarum jam) atau Left-Handed (berlawanan jarum jam) sesuai desain mesin induk.
2. Berat Material (Tonase)
Di industri manufaktur maritim, berat propeller dihitung berdasarkan volume hasil pengecoran setelah melalui proses pembubutan presisi (CNC machining).
- Rentang Berat Bersih: 14.000 kg sampai 32.000 kg (14 s.d. 32 Ton).
- Estimasi Biaya Material Murni: Rentang harga material mentah siap cor berkisar antara Rp 250.000 β Rp 400.000 per kg. Untuk propeller seberat 25 Ton, nilai investasinya mencapai Rp 6,25 Miliar hingga Rp 10 Miliar hanya untuk bahan baku logamnya.
3. Jenis Material Premium
Kapal tanker ukuran ini wajib menggunakan material dengan ketahanan fatik (fatigue strength) tinggi karena beroperasi terus-menerus membelah samudra.
Nickel-Aluminum Bronze (NiAlBr / Standar ISO Kelas Cu3):
- Komposisi Utama: Tembaga (Cu), Aluminium (Al), Nikel (Ni), Besi (Fe), dan Mangan (Mn).
- Kelebihan: Sangat tahan terhadap korosi air laut (mencegah degradasi logam), memiliki resistensi tinggi terhadap kavitasi (erosi akibat gelembung udara tekanan tinggi), dan bobotnya lebih ringan dibanding baja konvensional namun memiliki kekuatan setara.
Manganese Bronze (Kategori Cu1):
- Hanya digunakan sebagai opsi alternatif ekonomis untuk kapal dengan rute pelayaran pendek/dangkal karena lebih rentan terhadap korosi jangka panjang.
4. Tipe Desain Baling-Baling
Fixed Pitch Propeller (FPP) - Rekomendasi Utama:
- Karakteristik: Daun baling-baling menyatu permanen (solid cast) dengan poros.
- Alasan Penggunaan: Struktur sangat kokoh, minim perawatan, dan memiliki efisiensi hidrodinamis tertinggi pada kecepatan jelajah konstan (cruising speed) kapal tanker.
Controllable Pitch Propeller (CPP) - Opsi Khusus:
- Karakteristik: Sudut kemiringan pitch daun dapat diubah secara hidrolik dari dalam kamar mesin.
- Alasan Penggunaan: Hanya dipilih jika tanker sering melewati jalur padat atau pelabuhan sempit yang membutuhkan kemampuan manuver maju-mundur berespons cepat tanpa perlu mematikan mesin induk.
5. Biaya Sertifikasi & Pengujian Internasional
Sertifikasi kelas (Classification Society) mutlak diperlukan agar kapal mendapatkan izin berlayar dan dicover oleh pihak asuransi maritim.
- Lembaga Pemberi Sertifikat (Pilih salah satu sesuai bendera kapal): ABS (Amerika), Lloyd's Register (Inggris), NK (Jepang), DNV (Norwegia), atau BKI (Biro Klasifikasi Indonesia).
- Komponen Pengujian Mandatori:
- Chemical Composition Analysis (Uji laboratorium kandungan logam).
- Non-Destructive Testing / NDT (Pemindaian keretakan internal menggunakan X-Ray atau Ultrasonic Test).
- Dynamic & Static Balancing (Uji keseimbangan putaran untuk mencegah poros mesin patah).